AMPG : Pecat Kader Golkar Yang Membangkang
Namlea – Perhelatan pilkada Kabupaten Buru telah selesai dan pasangan BASIS yang di usung oleh PPP, PDIP dan Golkar memperoleh suara terendah dari tiga paslon lainnya.
Salah satu faktor kekalahan pasangan basis ini karena sejumlah kaders partai yang tidak sejalan dengan intruksi partai.
Ketua Angkatan muda partai golkar kabupaten Buru AMPG Taher Fua kepada media ini mendesak kepada DPD I Golkar Maluku agar segera dapat memberikan sanksi tegas berupa pemecatan terhadap kaders partai yang tidak sejalan dengan intruksi partai.
Menurut Taher DPD I Golkar Maluku harus lakukan evaluasi internal di beberapa kabupaten kota bila terdapat bukti ada kaders yang tidak mengamankan rekomendasi DPP partai golkar dan lebih memilih menjadi team sukses paslon yang tidak direkomendasikan oleh parrai golkar, maka DPD I harus segera memberikan saksi tegas berupa pemecatan.
Kalau kita mengacu pada Surat dewan pimpinan pusat DPP Partai golkar nomor: B 18/DPP/GOLKAR/XI/2024 tentang Penegasan wewenang DPD I terhadap DPD II kabupaten kota itu ada dua point penting yakni menggerakan mesin partai golkar meliputi anggota DPD partai golkar, anggota fraksi partai golkar, beserta kaders partai di daerah untuk memenangkan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang telah di tetapkan oleh DPP Golkar. dan yang kedua DPP Partai golkar juga telah memberikan penegasan dan wewenang kepada DPD Golkar provinsi untuk mengambil tindakan berupa penegakan disiplin organisasi terhadap DPD golkar kabupaten/kota yang tidak mendukung calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang di usung dan di tetapkan oleh DPP Partai golkar.
Olehnya itu beberapa kaders partai golkar kabupaten buru yang secara terang terangan telah melawan perintah partai dalam pilkada 2024 ini suda selayaknya di berikan sanksi pemecatan. Tindakan ini perlu di lakukan agar setiap kaders partai ke depan harus benar-benar taat terhadap perintah partai dan tidak se enaknya mengambil keputusan yang bertentangan dengan Keputusan DPP Partai golkar.




























Discussion about this post