Banteng Indonesia,— Pembicaraan mengenai sejumlah figur yang mulai disebut-sebut dalam bursa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2031 mulai mendapat perhatian publik. Salah satu nama yang muncul adalah Mayjen TNI (Purn.) Arnold P. Ritiauw, yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum RI.
Selain Arnold, nama Bupati Maluku Tenggara H. Taher Hanubun juga disebut dalam wacana pasangan calon yang mungkin maju pada Pilgub Maluku 2031–2036.
Menanggapi hal tersebut, tokoh muda Maluku, Yani Salampessy, mengatakan munculnya nama-nama putra Maluku dalam pembicaraan publik merupakan sesuatu yang wajar. Menurutnya, masyarakat memiliki ruang untuk melihat dan mendiskusikan figur yang dinilai memiliki pengalaman serta kapasitas untuk berkontribusi bagi daerah.
“Bagi beta, hal seperti ini wajar saja. Publik ingin mengetahui dan melihat siapa saja tokoh yang mungkin dianggap punya kapasitas untuk memimpin Maluku. Mungkin istilah sederhananya, ini masih sebatas tes ombak,” ujar Yani.
Meski demikian, Yani mengajak semua pihak untuk tidak terburu-buru membawa wacana tersebut terlalu jauh. Menurutnya, Pilgub Maluku 2031 masih memiliki waktu yang cukup panjang.
Saat ini, kata dia, Arnold Ritiauw sedang menjalankan tanggung jawab baru yang dipercayakan negara kepadanya. Karena itu, ia berharap masyarakat memberikan kesempatan kepada Arnold untuk fokus bekerja dan menunjukkan pengabdiannya melalui tugas yang sedang dijalankan.
“Jenderal Arnold sementara fokus dengan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan negara kepada beliau. Jabatan ini juga masih relatif baru, baru beberapa bulan. Jadi beta kira, mari katong kasih kesempatan beliau untuk bekerja dan menjalankan amanah itu dengan baik,” katanya.
Yani melihat kehadiran putra daerah di posisi strategis pemerintah pusat sebagai sebuah peluang yang patut dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan Maluku.
Ia berharap tugas Arnold di Kementerian Pekerjaan Umum dapat ikut membuka ruang bagi semakin banyak program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan sumber daya air dan infrastruktur di Maluku.
“Harapan katong tentu besar. Dengan posisi beliau di Kementerian PU RI, semoga ada program-program dan dukungan anggaran yang signifikan untuk Maluku. Yang penting manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, bisa menunjang pembangunan dan kesejahteraan rakyat di daerah yang katong cintai ini,” tutur Yani.
Bagi Yani, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat seharusnya menjadi perhatian bersama. Karena itu, ia berharap wacana politik yang masih beberapa tahun ke depan tidak sampai mengganggu hubungan baik antara para tokoh Maluku di pusat maupun di daerah.
“Pilgub masih jauh. Jadi tidak perlu terburu-buru. Biarkan Jenderal Arnold fokus bekerja dulu. Biarkan beliau menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pejabat negara,” ujarnya.
Ia juga mengajak Pemerintah Provinsi Maluku dan para tokoh Maluku di tingkat pusat untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi. Menurutnya, kerja sama yang baik akan lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat dibandingkan memperdebatkan kontestasi politik yang waktunya masih panjang.
“Katong harus sama-sama menjaga komunikasi yang baik. Jangan sampai wacana politik yang terlalu dini justru membuat hubungan yang sudah terbangun menjadi terganggu. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana semua potensi dan posisi strategis yang dimiliki putra-putra Maluku bisa memberikan manfaat bagi Maluku,” katanya.
Yani menilai setiap putra-putri Maluku yang dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional maupun daerah perlu diberikan dukungan moral agar dapat bekerja dengan baik.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat terlebih dahulu apa yang dapat diberikan para tokoh tersebut melalui tugas dan pengabdian mereka masing-masing.
“Sebagai orang Maluku, beta kira katong harus saling menjaga. Tokoh-tokoh yang sementara dipercaya mengemban tugas negara harus diberikan ruang untuk bekerja dan membuktikan pengabdiannya,” ujar Yani.
Karena itu, menurutnya, pembicaraan mengenai siapa yang akan maju pada Pilgub Maluku 2031 sebaiknya ditempatkan secara proporsional. Masih ada cukup waktu bagi masyarakat untuk mengikuti perkembangan dan melihat rekam kerja setiap tokoh.
“Pilgub 2031 masih jauh. Untuk sekarang, mari katong beri ruang untuk beliau bekerja. Biarkan pengabdian dan hasil kerja yang berbicara. Soal politik, nanti akan ada waktunya,” pungkas Yani Salampessy.(BI-05)




























Discussion about this post