Banteng Indonesia, – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPD GRANAT) Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kapolda Maluku, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, yang berencana melaksanakan tes urine terhadap seluruh personel kepolisian di jajaran Polda Maluku.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan pimpinan Polda Maluku dalam memperkuat pengawasan internal sekaligus mendukung program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam pemberantasan narkotika dan pembenahan institusi Polri.
Ketua DPD GRANAT Provinsi Maluku, Yani M.H. Salampessy, mengatakan kebijakan Kapolda Maluku tersebut merupakan langkah positif yang patut diapresiasi dan didukung seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap masyarakat dan jaringan pengedar, tetapi harus dimulai dari internal aparat penegak hukum sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menegakkan hukum.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kapolda Maluku atas langkah dan komitmennya untuk melaksanakan tes urine terhadap seluruh personel Polda Maluku. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan aparat penegak hukum harus terlebih dahulu bersih dari penyalahgunaan narkotika,” ujar Salampessy.
Ia menilai, kebijakan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai salah satu agenda penting dalam program 100 hari kerja.
Dalam program tersebut, Kapolri memberikan perhatian terhadap terciptanya ruang publik yang aman, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, serta pembenahan internal kepolisian agar institusi Polri semakin profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
Karena itu, Salampessy memandang langkah Kapolda Maluku sebagai bentuk dukungan konkret di tingkat daerah terhadap agenda nasional pemberantasan narkotika sekaligus penguatan integritas institusi kepolisian.
Ia berharap pelaksanaan tes urine tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas, tetapi benar-benar dilakukan secara menyeluruh, konsisten, berkala, dan berkelanjutan tanpa membedakan pangkat maupun jabatan.
Menurutnya, pengawasan internal merupakan bagian penting dalam membangun institusi kepolisian yang bersih. Apalagi, selama ini terdapat berbagai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam persoalan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika yang perlu ditangani secara serius.
Sebagai organisasi yang konsisten bergerak dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, GRANAT Maluku juga mendorong agar pengawasan tidak hanya menyasar pengguna, tetapi turut menyentuh jaringan peredaran serta pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut.
“Komitmen pemberantasan narkoba harus dimulai dari dalam tubuh institusi penegak hukum. Karena itu, kami berharap Kapolda Maluku tetap konsisten menjalankan kebijakan ini. Jangan ada tebang pilih dan jangan ada perlakuan khusus terhadap siapa pun yang terbukti terlibat,” tegasnya.
Salampessy menambahkan, DPD GRANAT Maluku akan terus mengawal pelaksanaan tes urine tersebut sebagai bentuk dukungan masyarakat sipil terhadap upaya mewujudkan institusi kepolisian yang bersih, profesional, dan berintegritas.
Ia juga berharap semangat program prioritas Kapolri dalam pemberantasan narkoba dapat diterjemahkan secara nyata oleh seluruh jajaran kepolisian, termasuk Polda Maluku, melalui pengawasan internal, penindakan tegas, serta kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan perang melawan narkotika membutuhkan keteladanan dari aparat penegak hukum. Ketika institusi kepolisian mampu memastikan personelnya bersih dari narkoba, hal tersebut akan menjadi pesan kuat bahwa pemberantasan narkotika harus dimulai dari diri sendiri.
GRANAT Maluku berharap langkah Kapolda Maluku ini tidak hanya menjadi kebijakan sesaat, tetapi menjadi komitmen berkelanjutan yang sejalan dengan program nasional Kapolri dalam mewujudkan Polri yang bersih dari narkoba serta melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. (BI-03)





















Discussion about this post