Banteng Indonesia, – Di tengah bayangan kesulitan ekonomi yang masih membelit masyarakat, di mana pengentasan kemiskinan belum sepenuhnya terasa dan lapangan kerja tetap sulit diakses, sebuah keputusan yang dinilai tidak berprikemanusiaan justru muncul dari pusat kekuasaan.
DPR RI, tanpa mempedulikan kesengsaraan rakyat yang mereka wakili, disebut-sebut berencana menaikkan tunjangan untuk kepentingan diri mereka sendiri. Kondisi inilah yang memicu kemarahan dan memobilisasi aksi unjuk rasa besar-besaran.
Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama elemen masyarakat Labuhanbatu Utara (Labura) menggelar unjuk rasa damai di depan Gedung DPRD Labura pada Rabu, 3 September 2025, pukul 10.00 WIB. Aksi ini menegaskan bahwa hmi selalu hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai pemecah kebuntuan di tanah Labura, menanggapi berbagai persoalan nasional yang dinilai mengabaikan suara dan keadilan bagi rakyat. Dengan penuh tanggung jawab, HMI hadir di garda terdepan menyuarakan keresahan masyarakat yang selama ini terkesampingkan, menuntut solusi nyata dari pemerintah dan institusi terkait.
Aksi tersebut menyampaikan enam tuntutan utama, yaitu pencopotan Kapolri dan Kapolda Sumut yang dianggap gagal menjamin rasa aman bagi masyarakat, pengusutan tuntas atas kematian Affan Kurniawan, penolakan terhadap kenaikan gaji dan tunjangan serta fasilitas baru bagi anggota DPR, dukungan terhadap pengesahan RUU Perampasan Aset, serta peningkatan gaji yang layak bagi guru dan dosen.
Koordinator Aksi, Randy Pasaribu, menekankan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial HMI untuk memperjuangkan keadilan dan kepentingan rakyat yang sering diabaikan.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Labuhanbatu Utara menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Ia menyatakan bahwa DPRD Labura akan segera menyampaikan tuntutan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk ke DPRD Provinsi Sumatera Utara bahkan hingga ke pusat, sebagai bentuk komitmen untuk merespons suara masyarakat. Dialog antara perwakilan aksi dan DPRD berlangsung konstruktif, dengan janji tindak lanjut yang konkret.
HMI menegaskan akan terus berdampingan dengan suara rakyat. Kita hadir sebagai garda terdepan menyerukan suara masyarakat demi terciptanya kesejahteraan, keadilan dan kedaulatan bagi rakyat Indonesia.”Tutup fahrozi selaku kader HMI”.(BI-06)
























Discussion about this post