Menembus Batas Keterbatasan Fiskal Staf khusus Bupati Buru Dorong OPD Lahirkan Inovasi Berkelanjutan
Namlea – Di tengah ketatnya tekanan finansial akibat pemangkasan anggaran (fiskal) oleh pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Buru dituntut untuk memutar otak. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini tidak bisa lagi sekadar bekerja dalam zona nyaman rutinitas. Sebagai motor penggerak visi kepala daerah, setiap dinas wajib menerjemahkan instruksi Bupati Buru, Ikram Umasugi, menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Staf Khusus Bupati Bidang Politik dan Komunikasi Publik Kabupaten Buru, Rizhal F. Umasugi, menegaskan bahwa kepemimpinan daerah di bawah bupati dan wakil bupati, Ikram Umasugi dan Sudarmo, membawa satu niat besar, yaitu mewujudkan Buru yang Berseri (Sejahtera dan Religius). Namun, visi besar ini hanya bisa dicapai jika pimpinan OPD berani mendobrak pola kerja lama.
“Kami tekankan pimpinan perangkat daerah hendaknya mampu melahirkan inovasi yang memiliki dampak pada kehidupan masyarakat. Di tengah fiskal daerah yang dikikis habis oleh pemerintah pusat, kita harus berinovasi. Ini adalah tantangan nyata,” ujar Rizhal
saat memberikan keterangan publik.
Fokus pada Dampak, Bukan Skala
Menurut Rizhal, inovasi pelayanan publik yang ideal tidak harus selalu berskala megah atau berbiaya mahal. Esensi dari sebuah pembaruan adalah kemudahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
Ia menjabarkan tiga sektor utama yang menjadi pedoman penciptaan inovasi daerah :
Pelayanan Publik : Mempercepat dan mempermudah akses layanan, seperti sistem perizinan kilat atau layanan antar-jemput dokumen langsung ke rumah warga.
Tata Kelola Pemerintahan : Penyederhanaan prosedur internal (birokrasi) melalui digitalisasi sistem agar kerja pemerintahan lebih efisien dan transparan.
Urusan Daerah Lainnya : Program spesifik yang dirancang khusus untuk menggali potensi lokal sekaligus menyelesaikan masalah mendasar di lapangan.
“Pimpinan OPD tidak boleh berhenti pada ide semata. Ide itu harus direalisasikan dalam program kerja jangka panjang, bukan sekadar program sesaat yang hangat-hangat tahi ayam. Inovasi harus berkelanjutan dan adaptif dengan perkembangan zaman,” terangnya.
Pengawasan Ketat: “Yang Tidak Kompeten, Diganti”
Untuk memastikan komitmen ini berjalan di jalur yang benar, Tim Staf Khusus Bupati akan melakukan pemantauan dan evaluasi (monitoring) berkala terhadap kinerja setiap OPD. Evaluasi ini dilakukan secara objektif untuk mengukur sejauh mana dinas-dinas menerjemahkan visi-misi bupati.
Rizhal menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan rekomendasi tegas kepada Bupati jika menemukan pejabat yang lambat atau tidak berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Kami akan memberikan masukan kepada Bupati. Kalau ada yang tidak bisa bekerja untuk kepentingan masyarakat, ya diganti dengan yang lain. Ini kami lakukan sesungguhnya demi kemajuan Buru dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya secara terbuka.
Target Nasional Melalui BRIDA
Sebagai tolok ukur kesuksesan, Stafsus Bupati mendorong OPD di Kabupaten Buru untuk aktif berpartisipasi dalam ajang tahunan yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), yaitu Anugerah Inovasi Daerah. Ajang nasional ini diikuti oleh OPD, Puskesmas, hingga elemen masyarakat dari seluruh Indonesia.
“Anugerah inovasi ini adalah apresiasi nyata. OPD di Buru juga harus masuk dalam nominasi itu. Kami di stafsus akan terus mendorong kepala daerah agar memacu seluruh unit kerja melahirkan terobosan, baik dalam pelayanan publik maupun tata kelola. Inovasi adalah kunci mempercepat kesejahteraan di bumi Bupolo,” pungkas Rizhal.(BI-04)


























Discussion about this post