Banteng Indonesia,— Universitas Negeri Medan menjadi pusat perhatian ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara pada Sabtu, 3 Februari 2026, ketika Dewan Energi Mahasiswa Sumatera Utara sukses menyelenggarakan Talkshow Energi bertema “Future Energy Leader: SDM Unggul untuk Akselerasi Transisi Energi Berkelanjutan”.
Agenda ini menjadi penegasan komitmen DEM Sumut untuk memperkuat literasi energi, kepemimpinan muda, dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung akselerasi transisi energi nasional.

Acara dibuka oleh perwakilan Rektor Universitas Negeri Medan, Dr. Ainul Mardiyah, S.P., M.Si., yang menyampaikan apresiasi mendalam kepada DEM Sumatera utara yang pada kali ini berkolaborasi dengan mahasiswa ekonomi Unimed atas konsistensinya menghadirkan ruang diskusi energi yang konstruktif di lingkungan kampus-kampus Sumatera Utara. Ia menegaskan, kehadiran Dewan Energi Mahasiswa Sumatera Utara dalam memasifkan forum ilmiah semacam ini berkontribusi nyata dalam pengawalan isu energi dan lingkungan hidup, sekaligus mendorong penguatan praktik transisi energi berkelanjutan yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Muhammad Fahrozi Arif selaku Presiden DEM Sumut, dalam sambutannya menekankan bahwa Sumatera Utara dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang besar, sehingga kami para generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk berperan dalam memastikan pengelolaan energi yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Ia menautkan pesan tersebut dengan amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, seraya menegaskan pentingnya penguatan pemahaman, literasi, kapasitas, dan kapabilitas generasi energi muda agar mereka siap menjadi motor penggerak pengoptimalan transisi energi menuju kedaulatan energi nasional. “Dalam aspek nasional, kami melihat bahwa Pemerintah Indonesia telah menegaskan banyaknya target capaian, baik nasional maupun global. Terutama pada target bauran energi nasional dan target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Namun, akan sulit rasanya target tersebut tercapai tanpa kuatnya kolaborasi lintas sektor serta terutama pada kesiapan SDM yang unggul, berkapasitas dan berkapabilitas, yang mampu berperan mendorong akselerasi transisi energi yang adil dan berkelanjutan, serta mampu menganalisis solusi dan tantangan energi ke depan.” Ujarnya.
Sesi diskusi inti menghadirkan narasumber dari lintas sektor. Agustina Mandayati mewakili PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memaparkan tentang “Transformasi Bisnis Hilir Pertamina dalam Membangun Ekosistem Energi Andal dan Membuka Peluang Green Jobs”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan arah transformasi sektor hilir yang kini tidak hanya berfokus pada distribusi energi konvensional, tetapi juga pada pembangunan ekosistem energi bersih yang membuka peluang kerja baru bagi talenta muda. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan energi berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif.
Dari perspektif akademik, Dita Eka Pratiwi Sirait, S.E., M.Si., selaku dosen ekonomi dan Pembina Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Unimed, menjelaskan dari “Perspektif Akademisi khusunya mengenai Keuangan, ESG, dan Ketahanan Perusahaan Energi.” Ia menekankan bahwa penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi prasyarat daya saing dan ketahanan perusahaan energi di tengah dinamika pasar global dan tuntutan transisi energi. Menurutnya, literasi finansial dan tata kelola berkelanjutan harus menjadi kompetensi dasar bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi strategis di sektor energi.
Sesi talkshow energi ditutup oleh Raden Haitami Abduh, S.Sos., penggiat energi muda yang menjelaskan “Sentralitas Generasi Muda dalam Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Mitra Strategis dalam Mendorong Program Prioritas Energi Berkelanjutan.” Ia menegaskan pentingnya pelibatan pemuda sebagai mitra strategis yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah, industri, akademika, dan masyarakat sipil. Dengan modal kreativitas, adaptabilitas, dan jejaring, generasi muda diharapkan mengambil peran nyata dalam perumusan solusi energi yang inklusif dan berorientasi masa depan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan yang tidak hanya memfasilitasi transfer pengetahuan, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi, menguatkan literasi energi, serta memantik kesadaran kolektif tentang urgensi transisi energi yang adil dan berkelanjutan. DEM Sumut menegaskan bahwa investasi pada kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda merupakan fondasi utama untuk memastikan agenda transisi energi berjalan efektif, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan publik.
Melalui forum ini, DEM Sumut mengukuhkan perannya sebagai katalis ekosistem pengetahuan dan kolaborasi energi di Sumatera Utara, sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan untuk mencetak pemimpin energi masa depan yang visioner, berintegritas, dan kompeten dalam mengakselerasi transformasi energi Indonesia.(BI-06)




























Discussion about this post