Banteng Indonesia,- Di tengah gejolak keprihatinan nasional yang disuarakan ribuan mahasiswa dan buruh mengenai kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah, sebuah ironi pahit justru ditunjukkan oleh seorang wakil rakyat.
Berdasarkan unggahan vidio milik akun @sumut_headlines di media sosial, Ajie Karim Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Gerindra, terekam sedang bersenang-senang di sebuah hiburan malam bersama para wanita.
Perilaku ini bukan sekadar pelanggaran moral individu, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap amanah konstituen dan cerminan ketidakpekaan sosial yang akut.
Saat rakyat berjuang menghadapi beban hidup yang kian berat, seorang yang dipercaya untuk menyalurkan aspirasi mereka justru memilih tenggelam dalam kemewahan dan kemabukan dunia hiburan malam.
“Tindakan Ajie Karim menunjukkan ketidakpekaan sosial yang akut, pengabaian terhadap amanah rakyat, dan kemerosotan moralitas publik yang semakin merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi DPRD”.”ujar fahrozi arif selaku Ketua Umum Dewan Energi Mahasiswa Sumatera Utara”.
Partai Gerindra, yang kerap mengusung narasi nasionalisme dan kerakyatan, memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga kredibilitas dan integritas kadernya. Membiarkan tindakan amoral dan tidak etis seperti yang dilakukan oleh Ajie Karim sama artinya dengan menyetujui dan melegitimasi perilaku tersebut, yang akan menjadi noda hitam bagi reputasi Partai Gerindra di mata publik.”Lanjutnya”.
Oleh karena itu, kami aktivis mahasiswa sumatera utara sebagai bagian dari elemen masyarakat yang mengawal moralitas dan akuntabilitas publik, menyatakan sikap tegas untuk mendesak Partai Gerindra segera mengambil tindakan tegas dengan memecat Ajie Karim dari keanggotaan partai sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik.
Kami juga mendesak Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Utara untuk segera menonaktifkannya dari segala tugas dan wewenang sebagai anggota dewan hingga proses etik dan hukum selesai, serta mendesak Badan Kehormatan DPRD Sumatera Utara untuk memproses pelanggaran etik ini dan memberikan sanksi yang setimpal.
Tindakan tegas terhadap Ajie Karim bukan hanya tentang menghukum satu individu, tetapi tentang mengirim pesan yang jelas bahwa politik harus dikembalikan pada khittahnya sebagai ruang pengabdian terbaik untuk rakyat, bukan tempat bagi mereka yang hanya mencari kesenangan pribadi dan mengabaikan penderitaan rakyat.
Kami, rakyat Sumatera Utara, tidak butuh wakil yang jago hura-hura di klub malam. Kami butuh wakil yang hadir di tengah kesulitan kami, yang mendengar keluh kesah kami, dan yang berjuang untuk kesejahteraan kami.
Kelambanan dalam menindak tegas Ajie Karim akan dibaca sebagai pembiaran dan kesewenang-wenangan terhadap rakyat. Peringatan ini kami sampaikan. Kami akan turun ke jalan mengawal kasus ini dan memastikan suara rakyat yang terhina ini didengar sampai tindakan tegas itu benar-benar dijatuhkan..”Tutup fahrozi selaku aktivis mahasiswa sumatera utara.(BI-06)




























Discussion about this post