Ketua Komisi II Minta PA Namlea Copot Satpam Latif
Namlea – Akibat berlaku kasar saat melayani tamu, Ketua Komisi II DPRD Buru, Djalil Mukaddar meminta Pengadilan Agama (PA) Namlea mencopot salah satu oknum karyawan outsorsing, bernana Latif yang bertugas sebagai satpam di kantor tersebut.
Menanggapi tindakan kasar itu, Djalil Mukaddar berpesan, apabila Satpam Latif tidak dicopot, maka ia akan mengambil. Langkah mengundang Ketua PA Namlea untuk mempetaanggujawab atas tindakan tidak beretika standar keamanan di Kantor Pengadilan Agama
Tindakan kasar yang dialami Ketua Komisi II pada saat Satpam Latif dengan emosional dan berlaku marah- marasa hanya karena Djalil belum melapor ke pos jaga.
Djalil Mukaddar SP kepada wartawan di Namlea, Selasa siang (1/9/2026) menjelaskan, kejadian sangat memalukan itu terjadi tadi pagi sekitaran pukul 11.00 wit.
Diceritakan, hal itu dialami Djalil saat datang ke Kantor PA Namlea dan hendak menemui Ketua PA Namlea. Ia sudah ada janji ketemu Ketua PN Namlea.
Ditemani sopirnya, kendaraan yang dinaiki Djalil masuk ke halaman Kantor PA Namlea dan langsung nenurunkan anggota DPRD Buru ini di teras depan pintu masuk utama menuju Kantor Pengadilan.
Saat memasuki pintu pagar, di sana ada pos jaga dan waktu itu Djalil dalam posisi sedang menerima telepon, sehingga tidak perhatikan kaiau ada gerakan dari oknum satpam yang berjaga di pos supaya kendaraannya berhenti.
Setelah Djalil turun dari mobil lalu sopir membawa kendaraan menuju lokasi parkir.
Tiba-tiba datang oknum satpam Latif yang terlihat marah-marah dan menuding Djalil tidak mengindahkan aturan standar operasional saat bertamu ke sana.
Ibarat atasan sedang memarahi bawahan, dengan bernada memerintah, Satpam Latif memaksa Djalil harus duduk di kursi lalu diberi wejangan olehnya dengan beberapa kalimat pedas.
Sikap angkuh yang kelewatan itu membuat Djalil juga tersulut emosinya.
Apalagi tindakan kasar yang dialami Djalil itu berlangsung di depan pelupuk mata banyak orang, terutama pegawai Kantor PA Namlea.
Karena itu, saat bertemu Ketua PA Namlea, Djalil meminta agar oknum satpam ini ditegur dan bila perlu ditindak tegas.
“Anggota dewan saja diperlakukan kasar seperti itu. Apalagi nanti pengunjung biasa”, sesali Djalil.
Menurut Djalil, Kantor PA Namlea itu sarana publik, dan seharusnya satpam punya etitude. Boleh tegas, namun harus sopan santun dan lemah lembut dalam bertutur kata, sehingga tidak sampai ada perlskuan kepada tamu yang lupa atau lalai melapor di pos jaga pada saat masuk ke halaman kantor pengadilan.
Aku Djalil, Ketua PA Namlea mengaku tidak dapat menindak Satpam Lutfi ini, karena ia bukan bawahannya.
Satpam Lutfi juga bukan ASN di PA Namlea dan hanya karyawan outsorsing dari salah satu perusahan yang menang kontrak pekerjakan pengawal keamanan di PA Namlea.
“Tindakannya terlalu kasar terhadap tamu dan lagaknya seperti preman. Kalau satpam yang telah terdidik tidak akan bakalan berlaku kasar kepada tamu,”nilai Djalil. (*)




























Discussion about this post