Kecamatan Batabual Masih Terisolasi Lewat Darat
Namlea – Akses jalan darat dari Kota Kabupaten menuju Kecamatan Batabual tidak memadai akibat akses jalan dan jembatan selama berpuluh tahun tidak dibangun secara memadai.
Hal itu diungkap Ketua GMPRI, Rifandi Makatita di Namlea, kemarin. “Kabupaten Buru terbagi dalam 10 kecamatan, salah satu kecamatan yang masih termarjinalkan Kecamatan Batabual yang terhalang oleh akses jalan dan jembatan, ” ungkap Rifandi.
Untuk menuntaskan masalah keterisolasian lewat darat menuju Kecamatan Batabual, Ketua GMPRI berharap, agar pemerintah Provinsi Maluku untuk melakukan kordinasi yang baik dengan pemerintah pusat supaya meningkatkan status jalan lintas Batabual dari jalan propinsi menjadi jalan nasional.
Tegas Rifandi, dari 11 kabupaten/ kota di Provinsi Maluku semestinya Kabupaten Buru, lebih khusus lagi Kecamatan Batabual menjadi skala prioritas pertama dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang masih terkendala bagi masyarakat saat ini.
Kata Rifandi, kalau pembangunan jalan dapat menarik investasi dan memfasilitasi pertukaran informasi antar wilayah.
Jalan yang baik dapat membantu masyarakat dalam mengatasi situasi darurat seperti musim timur, karena memudahkan akses bepergian.
Pembangunan jalan juga dapat menjadi indikator kemajuan suatu daerah dan meningkatkan citra positif wilayah tersebut.
Pembangunan infrastruktur jalan yang baik memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan peningkatan aksesibilitas, mobilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas hidup, jalan yang memadai dapat menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan dan masyarakat yang lebih sejahtera,” tandas Rifandi. (BI-04)





























Discussion about this post