Banteng Indonesia,- Dewan Energi Mahasiswa Sumatera Utara sangat prihatin dengan kondisi depot Pertamina Patra Niaga Sumbagut di Sibolga yang lokasinya sangat dekat dengan pemukiman warga dan sekolah.
Jarak depot yang hanya 50-100 meter dari rumah penduduk dan sekolah dasar jelas tidak memenuhi standar keamanan dan sangat membahayakan keselamatan masyarakat, apalagi dengan maraknya kasus kebakaran dan ledakan di fasilitas serupa.
Kami juga menyoroti lemahnya pengawasan Pertamina yang menyebabkan maraknya pencurian, penimbunan, dan pengoplosan BBM subsidi, sehingga merugikan negara dan membahayakan masyarakat.”
“Kami ingin menegaskan bahwa suara masyarakat Sibolga harus didengar. Kami tidak akan berhenti memperjuangkan hak warga atas lingkungan yang aman dari ancaman depot BBM yang terlalu dekat dengan pemukiman dan sekolah. Kami mendesak pemerintah dan Pertamina segera bertindak nyata, bukan hanya janji, karena keselamatan masyarakat adalah harga mati.” Ucap Presiden DEM Sumut M. Fahrozi Arif
“Dari aspek hukum, kami menilai Pertamina telah melanggar berbagai aturan, mulai dari Peraturan Menteri ESDM hingga Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Lingkungan Hidup. Kami mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat, melakukan audit lingkungan, dan menindak tegas mafia migas di Sumatera Utara. Kami juga meminta relokasi depot Pertamina Sibolga ke lokasi yang lebih aman demi melindungi hak masyarakat atas lingkungan yang sehat dan jauh dari ancaman bencana.”
Edwansyah Siahaan, pengurus DEM Sumut, menegaskan, “Kami tidak akan diam melihat depot BBM yang membahayakan warga dan lingkungan. Kami mendesak pemerintah dan Pertamina segera bertindak nyata, bukan hanya janji, karena keselamatan masyarakat adalah harga mati.” (BI-10)






















Discussion about this post