Banteng Indonesia,– Senyum para janda dan anak yatim piatu mewarnai peringatan Bulan Bung Karno di Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Jumat (10/7/2026). Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, kepedulian menjadi bahasa yang paling mudah dipahami.
Itulah yang coba diwujudkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Buru Selatan melalui aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada para janda dan anak yatim piatu di Sekretariat DPC, pukul 18.00 WIT.
Sebelum kegiatan sosial tersebut, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan lebih dahulu turun ke Dusun Wansoba, Kecamatan Namrole, untuk menanam tanaman pangan pendamping beras berupa kasbi, keladi, dan pisang. Penanaman yang dimulai pukul 14.00 WIT itu menjadi simbol penting bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan dengan memberi bantuan hari ini, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan melalui penguatan pangan lokal.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buru Selatan, Yohan Lesnussa, mengatakan Bulan Bung Karno merupakan momentum untuk menghadirkan nilai-nilai gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat dalam tindakan nyata.
“Semangat Bung Karno bukan hanya dikenang lewat kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat. Berbagi dengan para janda dan anak yatim adalah bentuk kepedulian, sementara menanam pangan lokal merupakan ikhtiar bersama agar masyarakat semakin mandiri dan kuat menghadapi berbagai tantangan,” ujar Yohan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa kehadiran organisasi politik semestinya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.
Kegiatan ini dihadiri Wakabid Bapilu DPC PDI Perjuangan Buru Selatan Syarifuddin Isan, Wasek DPC Dolfis Tasane, Wakasek Eksternal Nining Tomia, Wakabid Tenaga Kerja, Jaminan Kerja, Hukum dan Advokasi Tirta Tio, Ketua PAC Kecamatan Namrole Taufik Tuanaya, serta Sekretaris PAC Kecamatan Namrole Haldun Laitupa.
Di penghujung kegiatan, bukan hanya paket sembako yang dibawa pulang para penerima manfaat. Ada doa, harapan, dan pesan bahwa kepedulian kepada sesama akan selalu menjadi fondasi kuat dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Di Bulan Bung Karno, semangat gotong royong kembali dihidupkan—bukan hanya lewat pidato, tetapi melalui tangan-tangan yang memilih untuk berbagi.(BI-03)


























Discussion about this post