Lensa Maluku,– Dugaan kasus penyadapan ilegal yang menyeret perhatian publik terkait Presiden Prabowo Subianto mendapat tanggapan dari Mat Tuhepaly, kader Partai Gerindra di Maluku sekaligus perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).
Mat Tuhepaly mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk tidak terpecah oleh berbagai isu politik yang berkembang, termasuk dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden. Ia menegaskan, persoalan tersebut harus disikapi secara serius, tetapi tetap mengedepankan fakta, bukti hukum, dan proses penegakan hukum.
Menurut Mat, dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Karena itu, aparat penegak hukum diharapkan bekerja secara profesional, transparan, dan objektif dalam mengungkap kebenaran.
“Rakyat Indonesia harus tetap bersama menjaga persatuan dan mendukung Presiden Prabowo dalam menjalankan tugas kenegaraan. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat bangsa ini terpecah. Indonesia jauh lebih besar daripada kepentingan kelompok maupun golongan,” ujar Mat.
Ia menilai, di tengah dinamika politik nasional, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Setiap persoalan harus disikapi secara bijak agar tidak memunculkan konflik maupun memperlebar perpecahan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai kader Gerindra di Maluku, Mat juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, pemuda harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan justru ikut memperkeruh suasana melalui penyebaran isu yang belum jelas kebenarannya.
Mat menegaskan, dukungan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga demokrasi, supremasi hukum, dan kepentingan masyarakat luas.
“Harapan kita sama, Presiden Prabowo dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik, Indonesia semakin kuat, masyarakat semakin sejahtera, dan persatuan tetap terjaga. Mari kita rawat Indonesia bersama-sama,” tutupnya. (BI-03)

























Discussion about this post