Banteng Indonesia,— Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) belum dirasakan secara berkelanjutan di wilayah Kecamatan Leihitu dan Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Sejumlah negeri di kawasan Jesira Leihitu justru sempat menerima penyaluran, namun kemudian terputus dan sudah hampir satu tahun tidak lagi mendapatkan jatah program tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Negeri Morella yang berada di Kecamatan Leihitu termasuk wilayah yang pada awalnya sempat menerima penyaluran MBG, namun sejak sekitar tahun 2025 penyaluran itu berhenti. Kini sudah kurang lebih satu tahun warga tidak lagi merasakan manfaat program tersebut.
Hal serupa dialami Negeri Mamala, Negeri Leihitu, serta beberapa negeri lain di sepanjang kawasan Jesira Leihitu. Warga menyayangkan terhentinya penyaluran ini, padahal kecamatan-kecamatan lain di Maluku Tengah justru semakin rutin menerima jatah makanan bergizi.
“Saudara, kami di sini sempat menikmati program ini. Tapi sejak sekitar tahun lalu, berhenti begitu saja. Sudah hampir satu tahun kami tidak menerima apa-apa di Morella. Padahal kami juga warga Kecamatan Leihitu, warga Maluku Tengah, anak-anak kami juga butuh gizi yang baik,” ujar seorang warga Negeri Morella.
Warga Negeri Mamala juga menyampaikan hal serupa: “Kami sempat menerima, lalu tiba-tiba berhenti. Melihat daerah lain terus terlayani, sementara kami di Jesira Leihitu seolah terlupakan setelah sempat menikmati. Semoga pemerintah segera mengembalikan penyaluran kepada kami juga, jangan ada perbedaan perlakuan antar negeri.”
Warga pun menyampaikan harapan serta desakan langsung kepada Bapak Presiden Republik Indonesia:
“Kami menyampaikan permohonan dan desakan kepada Bapak Presiden untuk lebih memperhatikan negeri kami. Jangan biarkan anak-anak di Morella, Mamala, Leihitu, dan negeri-negeri lain di Jesira ini terabaikan dalam program makanan bergizi. Kami juga bagian dari bangsa ini, anak-anak kami juga berhak tumbuh sehat dan kuat. Kami mohon Bapak Presiden turun tangan agar penyaluran segera dipulihkan dan berjalan merata untuk semua,” tegas perwakilan warga.
Ketidaksamaan akses serta terputusnya penyaluran ini memunculkan pertanyaan mengenai kriteria penentuan dan pemutusan wilayah penerima program. Warga meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah beserta pelaksana program segera melakukan pemetaan menyeluruh, memulihkan penyaluran yang terhenti, dan memastikan jangkauan yang adil tanpa ada negeri yang tertinggal.(Hamdi Pune)




























Discussion about this post